Kenali Cara Penularan Corona Covid-19 yang Paling Umum Terjadi
Pandemi virus corona Covid-19 tetap menjadi wabah yang memberikan ancaman dunia. Penebarannya terus berlangsung sampai sekarang ini serta mengontaminasi beberapa orang di penjuru dunia. Penebarannya demikian cepat.
Keadaan ini membuat WHO (World Health Organization) mengingatkan warga untuk lakukan tidakan penjagaan corona covid-19.
Yakni dengan rajin membersihkan tangan memakai sabun serta air atau hand sanitizer, bersihkan permukaan yang sering kali tersentuh dengan disinfektan, serta lakukan social distancing atau jarak sosial.
Mengapa bersihkan tangan dengan sabun penting?
Menurut Kirsten Hokeness, profesor serta ketua departemen ilmu dan pengetahuan serta tehnologi di Bryant University serta seorang pakar imunologi, virologi, mikrobiologi serta kesehatan manusia serta penyakit, langkah penyebaran virus SARS-CoV-2 umum berlangsung ialah lewat contact langsung dengan cairan pernafasan pasien terkena corona covid-19.
cara jitu menang dalam bermain judi bola Seperti dikutip dari Huffpost, menurut riset yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine, partikel aerosol bisa menebarkan virus pemicu Covid-19. Jadi, ada peluang penyebaran penyakit lewat udara dalam beberapa keadaan spesifik. Lalu apa partikel aerosol sama juga dengan tetes pernafasan?
S. Wesley Long, direktur klinis mikrobiologi diagnostik di Houston Metodeist Hospital, menerangkan jika partikel aerosol tidak sama dengan tetes pernafasan atau cairan yang kemungkinan dikeluarkan waktu seorang bersin atau batuk.
Partikel aerosol sanggup tahan lama pada udara serta lakukan perjalanan jarak jauh dan bisa dengan gampang dihirup ke paru-paru. Menurut Long, tetes pernafasan biasanya 20 kali semakin besar serta cuman sanggup berjalan seputar 2 mtr. sebelumnya pada akhirnya jatuh ke tanah.
Tetapi, Anda tidak perlu takut sebab partikel aerosol, seperti kabut, cuman dapat diketemukan pada keadaan spesifik. Disamping itu, efek infeksi dari partikel aerosol sangat rendah untuk banyak orang.
Tetapi untuk karyawan klinis, sejumlah partikel itu dapat datangkan efek yang lumayan tinggi. Menurut profesor serta ketua departemen ilmu dan pengetahuan serta tehnologi di Bryant University, Kirsten Hokeness, mekanisme lain yang bisa membuahkan aerosol ialah therapy oksigen, mekanisme pelingkupan serta CPR.
Waktu ada pada udara, partikel itu dapat beralih melalui saluran udara dari sirkulasi atau kipas yang akan menolongnya untuk bergerak ke ruang lain. Disamping itu, kegiatan manusia seperti berjalan serta buka pintu dapat menolong partikel beralih.
"Seorang akan terkena jika mereka ada dalam jarak dekat, 3 sampai 4 kaki, itu kenapa kita merekomendasikan 6 kaki (2 mtr.) untuk ukuran jarak (phsyical distancing-red)," jelas Hokeness.
Yang penting Anda ketahui ialah virus bisa menyebar dimanapun. Terdapat beberapa lokasi yang beresiko menyebarkan infeksi. Itu mengapa sekarang ini pemerintahan minta seluruh orang untuk selalu tinggal di dalam rumah untuk mengatasi penebaran Covid-19.
Riset sudah memperlihatkan jika 'transmisi siluman' antara beberapa orang terkena yang tidak punyai tanda-tanda yang pasti ialah sumber penebaran yang biasa.
Karenanya, penting untuk lakukan social distancing atau #jagajarakdulu serta jaga kebersihan dengan membersihkan tangan memakai sabun dan air minimal 20 detik atau pakai hand sanitizer.
Disamping itu, rajin bersihkan permukaan yang sering kali tersentuh, seperti gagang pintu, remote control atau keran air dengan disinfektan supaya terlepas dari paparan corona Covid-19.